Apakah Produk Asuransi Syariah Allianz Halal?

0
828
apakah produk
apakah produk

Apakah Produk Asuransi Syariah Allianz Halal? – Asuransi Syariah Allianz sering dipertanyakan apakah halal? Sehingga menyebabkan masyarakat ragu untuk mengambil keputusan dalam mengambil Asuransi Unitlink Syariah. Yang perlu diketahui bagaimana konsepnya terlebih dahulu, baru orang akan berani ambil keputusan untuk mengambil asuransi syariah tersebut benar kan?

Konsep Syariah perlu kita ketahui :

  • Yang dikembangkan oleh industri keuangan syariah bukan agama, melainkan sistem untuk kemakmuran masyarakat.
  • Konsep berbagi resiko (sharing risk) cocok untuk Muslim dan Non Muslim.
  • Saling tolong menolong suatu konsep yang tidak bertentangan dengan agama apapun.
  • Membeli produk syariah berarti menghentikan aktivitas yang dapat merusak moral masyarkat, kenapa? Karena melarang investasi investasi seperti : perusahaan rokok, tempat perjudian, pencucian uang, pornografi, perusahaan minuman keras, perbankan konvensional, prostitusi, daging babi. Jadi jelas banget kalo beli produksi asuransi syariah berarti menghentikan aktivitas yang dapat merusak moral masyarakat.

Sebelumnya perlu kita ketahui sedikit pengertian dari Syariah yang artinya adalah undang-undang Islam/ hukum, dan definisi adalah jalan yang lurus. Bagaimana dengan sumbernya?

Sumbernya :

Kita tahu bahwa Islam belajar dari 3 hal :

  • Aqidah (Keyakinan)
  • Syariah (Hukum)
  • Ahklak (Etika)

Yang akan kita pelajari topik disini adalah Syariah (Hukum) dan terbagi dari 5 hal :

  1. Wajib, artinya kalo wajib bila dilakukan adalah pahala dan kalo tidak dilakukan adalah dosa (contohnya : sholat, mencari nafkah)
  2. Sunnah, dilakukan mendapatkan pahala dan tidak dilakukan mendapatkan dosa
  3. Mubah, boleh dilakukan atau boleh tidak dilakukan (seperti aktivitas sehari-hari)
  4. Makruh, sebaiknya ditinggalkan (seperti merokok sebaiknyanya ditinggalkan)
  5. Haram, dilakukan dosa tetapi bila tidak dilakukan pahala

Sumber Syariah dari Al Quran & Hadist, Al Quran adalah firman Tuhan / firman Allah sedangkan Hadist adalah perkataan dari Rasulullah. Nah disini baru keluar Syariah nya atau hukumnya, Syariah tersebut tentu ada beberapa ayat yang masih tersirat untuk itu perlu di fikirkan / ditafsirkan dan tentu ahli fikirnya / ahli tafsirnya bukan kita tapi adalah para Ulama.

Dari situ keluar Ibadah Pokok (Ibadah Mahdoh) dan Ibadah Sosial (Ibadah Muamalah), Ibadah Pokok yang mengatur hubungan antara Allah dengan manusia berarti semua tidak boleh kecuali yang telah ada ketentuannya dan topik kali ini yang kita belajar dari Ibadah Sosial (Ibadah Muamalah) yang mengatur antara sesama manusia berarti semua boleh kecuali ada larangannya. Jadi bila kita memasarkan Syariah berarti kita beribadah juga karena menyampaikan suatu kebaikan.

Bagaimana pandangan Islam terhadap asuransi? Pandangan Islam terhadap asuransi Mulia sekali.

Mengapa Asuransi Syariah itu mulia?

Karena ada ayatnya, cuman tidak langsung menyinggung asuransinya secara langsung tapi didalamnya ada tersirat didalamnya, yang tersirat didalamnya adalah :

Jadi nafkah buat orang yang kita tinggalin itu bila dikaitkan dengan asuransi adalah uang pertanggungannya, berarti ini secara tersirat adalah mengatakan bahwa perintah, lalu bagaimana yang lain..

Jadi poin kesejahteraan disini bila kita kaitkan dalam asuransi, apabila kita takut terjadi resiko hidup (sakit, kecelakaan, cacat dan meninggal) dalam diri kita supaya anak kita tidak terlantar maka kalau kita aplikasikan di asuransi adalah bisa berupa asuransi jiwa / asuransi pendidikan anak karena langsung disiapkan dana besar buat pendidikan anak. Sebenarnya masih ada beberapa ayat yang masih tersirat yang menyatakan bahwa kita mesti menyiapkan kalo terjadi sesuatu.

Jauh sebelum di jaman Rasulullah juga bangsa-bangsa Arab sudah mengenal istilah namanya Alakillah, Alakillah (saudagar) kalau berpergian itu kadang bisa kembali atau kadang tidak kembali atau meninggal dipertengahan jalan dan mereka sesama saudagar kumpulin harta apabila ada salah satu saudagar yang berpergian meninggal maka harta-harta yang mereka kumpul tersebut diberikan kepada alih warisnya, nah itu adalah praktek asuransi cuman pada jaman tersebut belum disebut istilah asuransi. Jadi bahwa di Islam asuransi itu mulia, cuman proses praktek-praktek didalamnya yang dimasalahkan atau akadnya. Contoh : ayam, ada yang mengatakan halal dan ada yang mengatakan haram apabila motongnya tidak pakai Bismillah.

Jadi Akad Asuransi Unitlink Syariah di dalamnya tidak boleh mengandung 3 hal :

  1. Gharar (tidak jelas)

Contoh unsur yang tidak jelas dalam asuransi, walaupun uang pertanggungan sudah ditetapkan tetapi saat waktu penyerahaan uang pertanggungan kejadian meninggal atau sakit belum diketahui sehingga tidak jelas kapan. Posisinya adalah akad jual beli jadi Gharar, dalam Asuransi Syariah Akadnya bukan jual beli tetapi Akadnya HIBAH dan uang premi yang diserahkan sifatnya Sumbangan yang sudah diHibah dan Ikhlaskan itu menggugurkan unsur Gharar.

  1. Maysir (perjudian atau permainan untung-untungan)

Contoh dalam asuransi, ada nasabah yang baru buka polis dan sudah menerima manfaat (untung) dan ada nasabah yang sudah lama membayar premi tetapi tidak kunjung menerima manfaat (rugi). Jadi Asuransi Syariah berazaskan Tabarru (sumbangan) dan Hibah (tolong-menolong) baik yang menolong maupun yang ditolong sama-sama diuntungkan, baik yang menyumbang maupun yang disumbangkan juga sama-sama IKHLAS. Apabila sesama peserta ada yang terkena musibah sakit / meninggal duit yang dipakai adalah duit peserta, sama juga dilingkungan Mesjid kalau ada kotak sumbangan apabila kotak tersebut terkumpul sejumlah dana dan apabila dilingkungan sekitar Mesjid tersebut ada yang meninggal biasanya Mesjid keluarin sumbangan dari kotak sumbangan buat orang tersebut yang terkena musibah. Jadi Asurnasi Syariah menggugurkan unsur Maysir.

  1. Riba (keuntungan atau kelebihan pada pengembalian yang berbeda dari nilai aslinya, kelebihan ditentukan pada saat pinjaman dilakukan / membungakan uang).

Dalam Asuransi Jiwa Syariah menjamin investasi BEBAS RIBA, karena saham diawasi oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keungan) dialamnya kurang lebih ada 1.000 emiten didalamnya, didalam 1.000 emiten tersebut didalamnya ada satu unsur namanya ISSI (Index Saham Syariah Indonesia) kurang lebih didalamnya ada 300 emiten,  selain ISSI diawasi oleh BEI dan OJK didalamnya diawasi oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) lagi, kenapa? Karena praktek-praktek didalamnya tersebut tidak boleh mengandung Gharar, Maysir dan Riba, jadi saham-saham yang masuk ISSI itu pasti adalah Halal karena diawasi dewan-dewan MUI, dan saham-saham Asuransi Syariah Allianz diletakkan di dalam ISSI dan satu lagi didalam ISSI dana ada namanya kurang lebih 30 saham JII (Jakarta Islamic Index) yang tingkat likuiditasnya besar.

Jadi kesimpulannya  saham JII  merupakan bagian dalam saham ISSI dan ISSI merupakan bagian bagian dalam saham BEI, dan saham ISSI diawasi oleh MUI makanya saham syariah itu HALAL.

 

SHARE

LEAVE A REPLY