Share this post

Apallic Syndrome (AS) juga disebut Unresponsive Wakefulness Syndrome (UWS) dan Persistant Vegetative State. Ini adalah hasil dari cedera otak traumatis seperti degenerasi korteks dan serebral bilateral serebral dan anoksia, atau ensefalitis yang menyebabkan otak menghentikan kemampuan untuk menciptakan pikiran, merasakan sensasi, dan mengingat kejadian masa lalu.

Beberapa pasien terbangun dari koma (yaitu membuka mata) namun tetap tidak responsif (yaitu hanya menunjukkan gerakan refleks tanpa respon terhadap perintah) dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Sindrom ini telah menciptakan keadaan vegetatif terjaga. Pasien juga bisa  bernafas tanpa bantuan alat mekanik sambil tetap menjaga detak jantung secara teratur.

Jumlah mekanisme komunikasi dan kognitif terbatas pada Apallic Syndrome (AS). Pasien mungkin bisa menelan, mendengus, tersenyum, atau mengerang tanpa stimulus eksternal. Mereka juga tidak bisa mematuhi perintah lisan.  Sindrom ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1940 oleh Ernst Kretschmer yang menyebutnya Apallic Syndrome. Istilah negara vegetatif yang gigih diciptakan pada tahun 1972 oleh ahli bedah tulang belakang Skotlandia Bryan Jennett dan ahli saraf Amerika Fred Plum untuk menggambarkan sebuah sindrom yang tampaknya dimungkinkan oleh peningkatan kemampuan obat untuk menjaga agar tubuh pasien tetap hidup. 

Gejala Yang Ditimbulkan Oleh Apallic Syndrome (AS)
1. Tanda dan gejala sebagian besar pasien tidak responsif terhadap rangsangan eksternal dan kondisinya terkait dengan tingkat kesadaran yang berbeda.

2. Mata pasien mungkin berada dalam posisi yang relatif tetap, atau melacak benda bergerak, atau bergerak dengan cara yang berbeda (sama sekali tidak sinkron). Mereka mungkin mengalami siklus tidur-bangun, atau berada dalam keadaan terjaga kronis.

3. Mereka mungkin menunjukkan beberapa perilaku yang dapat ditafsirkan sebagai timbul dari kesadaran parsial, seperti menggiling gigi, menelan, tersenyum, meneteskan air mata, mendengus, mengerang, atau menjerit tanpa stimulus eksternal yang nyata.

4. Jarang menggunakan peralatan yang mendukung kehidupan selain tabung makanan karena batang otak, pusat fungsi vegetatif (seperti denyut jantung dan ritme, pernapasan, dan aktivitas gastrointestinal) relatif utuh

Asuransi Penyakit Kritis – Dalam hal ini Allianz memiliki kriteria tersendiri dalam mengklaim penyakit kritis yaitu Apallic Syndrome.

Apallic Syndrome

“Kerusakan cortex otak secara menyeluruh dengan batang otak yang masih normal. Diagnosa ini harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan kondisi penyakit ini harus beralngsung terus menerus minimal 1 (satu) bulan.”

Klik disini untuk melihat list 49 Jenis Penyakit Kritis Allianz

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110 (Gratis)

Related Post

JUNE 27, 2019

Cara Mudah Agar Generasi...

Cara Mudah Agar Generasi Milienial Segera Memiliki Rumah – Akhir-akhir ini di...

0

JUNE 26, 2019

Jenis Tanaman Hias Yang Baik...

Jenis Tanaman Hias Yang Baik Untuk Kesehatan, Wajib Kamu Miliki lidah buaya Lidah buaya...

0

JUNE 25, 2019

Dampak Negatif Akibat Tubuh...

Dampak Negatif Akibat Tubuh Sering Begadang Malam – Di era yang semakin maju saat...

0

JUNE 24, 2019

Profesi Antara Agen Asuransi...

Profesi Antara Agen Asuransi Dengan Jabatan Presiden – Jabatan presiden itu unik....

0

JUNE 23, 2019

Asuransi Kehamilan Dan...

Asuransi Kehamilan Dan Melahirkan,Yang Dari Allianz – Tahukah sahabat satuters...

0

JUNE 22, 2019

Smart Health, Perlindungan...

Smart Health, Perlindungan Maksimal Bagi Karyawan Dan Keluarga – Salah satu asset...

0

Leave a Comments