Share this post

Hepatitis atau biasa disebut dengan penyakit kuning adalah penyakit yang menimbulkan peradangan pada fungsi organ hati dan mengakibatkan kerusakan. Penyakit hepatitis sendiri memiliki 5 jenis virus disebut sebagai tipe A, B, C, D dan E.

Nah kali ini satuterpenting hanya akan membahas secara khusus jenis B dan C, berikut penjelasannya :

1. Hepatitis B merupakan suatu penyakit hati yang menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati dan bahkan menjadi kanker hati.

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu ke janin dalam kandungan dan melalui sebuah suntikan atau transfusi darah yang telah tercemar virus hepatitis B.  Penggunaan dari narkoba yang berbentuk suntikan, alat-alat kesehatan seperti jarum pisau gunting dan tindik, pisau cukur, gunting kuku yang tidak disterilkan dengan sempurna akan menyebabkan tertularnya hepatitis B.

2. Hepatitis C, merupakan tingkat keparahan yang paling  besar dibandingkan hepatitis B, sama halnya dengan Hepatitis B, virus dari hepatitis ditularkan melalui transfusi darah atau produk  darah yang tidak digunakan tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu serta, saling tukar jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik (injecting drug user/IDU) serta jarum atau alat tato dan tindik yang tidak steril.

Early Critical Illness (Early Cl) – Dalam hal ini Allianz memberikan manfaat dari Pertanggungan tambahan CI 100 dan memberikan pertanggungan 100 penyakit kritis, yaitu :

Hepatitis B atau C Karena pekerjaan

Terinfeksi virus Hepatitis B atau C yang disebabkan oleh suatu kecelakaan yang terjadi setelah Tanggal Polis Terbit. Tanggal endosemen atau Tanggal pemulihan, yang mana yang paling akhir terjadi, ketika Tertanggung melaksanakan kegiatan profesional biasa berkaitan dengan pekerjaannya di Indonesia, dengan ketentuan bahwa semua hal berikut dapat dibuktikan :

  • Bukti kecelakaan yang kemudian menimbulkan infeksi harus dilaporkan kepada Kami dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan terjadi;
  • Bukti bahwa kecelakaan tersebut melibatkan sumber berupa cairan yang secara pasti terinfeksi hepatitis B atau C;
  • Memerlukan terapi antivirus sebagai konsekuensi pembuktian serokonversi.
  • lnfeksi hepatitis B atau C yang disebabkan oieh berbagai cara lain, termasuk kegiatan seksual dan penggunaan obat-obatan intravena dikecualikan,

Manfaat ini hanya dibayarkan jika Tertanggung bekerja sebagai praktisi kesehatan, petugas kebersihan, mahasiswa kedokteran, perawat yang terdaftar, teknisi laboratorium medis, dokter gigi (dokter bedah dan perawat) atau paramedis yang berkerja di pusat kesehatan atau klinik (di Indonesia).

Kami tidak akan membayarkan pertanggungan jika telah terjadi kesalahan prosedur dalam melakukan pekerjaan termasuk tidak menjalani vaksinasi sesuai yang dipersayaratkan dalam pekerjaan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters.

HP/WA : 081212188110

Related Post

DECEMBER 9, 2018

Hidrosefalus (Kepala Air),...

Hidrosefalus (Kepala Air), Penjelasan dan Penyebabnya – Hidrosefalus...

0

DECEMBER 8, 2018

Keretakan Kecelakaan Pada...

Keretakan Kecelakaan Pada Kolom Tulang Belakang – Cedera saraf tulang belakang...

0

DECEMBER 7, 2018

Bulbar Palsy Progresif,...

Bulbar Palsy Progresif, Penyakit Genetik dan Langka – Bulbar Palsy Progresif...

0

DECEMBER 6, 2018

Endokarditis Infektif,...

Endokarditis Infektif, Pengertian Dan Penyebabnya – Endokarditis Infektif adalah...

0

DECEMBER 5, 2018

Metastasis Otak, Jenis...

Metastasis Otak, Jenis Penyakit Apa? Serta Bagaimana Pencegahannya? – Pernahkah...

0

DECEMBER 4, 2018

88 Kondisi Penyakit Kritis...

88 Kondisi Penyakit Kritis Flexi CI (Rider) Plan Silver –  Asuransi tambahan...

0