Kisah Nyata!! Ini Yang Terjadi Jika Tidak Memiliki Asuransi

0
164
kisah nyata
kisah nyata

Kisah Nyata – Hai sahabat satuters, apa kabar hari ini? Semoga dalam keadaan sehat ya. Sahabat satuters, kali ini saya akan berbagi cerita tentang salah satu sahabat terdekat saya. Sebelumnya saya telah meminta izin untuk membagikan cerita ini, namun dengan syarat tidak boleh menyebutkan namanya. Baiklah, hal itu tidak mengapa yang penting saya bisa berbagi cerita dengan sahabat satuters.

Baca Juga : Miliki Asuransi Sedini Mungkin, Agar Masa Depanmu Cerah

Kisah ini sebenarnya sudah lama, namun karena kejadian waktu itu membuat saya selalu mengingatnya. Teman bercerita kepada saya seperti ini.

Tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2014, ayah telah menghembuskan nafas terakhir dan beristirahat dengan tenang. Ia menderita penyakit yang cukup lama, berbagai pengobatan telah kami upayakan demi kesembuhan orang tua kami namun takdir telah berkata lain.

Ayah wafat di usia 60 tahun, usia yang terbilang masih sangat muda dibanding dengan orang tua lainnya. Namun apalah daya, semua ini sudah takdir dari sang kuasa.

Ayah pernah bercerita, dahulu dimasa mudanya, ia merupakan orang yang giat bekerja dan ingin menjadi orang tua yang sukses sehingga memiliki keluarga yang berada ditingkat ekonomi yang mapan. Dan akhirnya keinginanan ayah tersebut tercapai, kami sekeluarga hidup bahagia tanpa kekurangan sedikitpun. Ketika usia saya menginjak 12 tahun, ayah mulai menabung untuk biaya kuliah saya kelak. Dan di usia yang ke-19 tahun, ibu memberitahukan kepada saya bahwa uang yang kumpulkan ayah sudah sangat cukup hingga bisa membiayai kuliah saya sampai S2.

Manusia punya rencana namun tuhanlah yang menentukan semuanya. Ayah yang saya pikir sehat dan bugar ternyata menyimpan riwayat penyakit dari keluarganya. Bahkan ibu sendiri pun tidak tahu bahwa ayah selama ini mengidap penyakit jantung.

Langsung kami membawanya kerumah sakit, dan saya bersyukur karena saat itu ayah masih bisa diselamatkan. Dan dokter menyarankan agar menjaga pola hidupnya dan tidak boleh terlalu lelah bekerja serta menjaga pola makan. Karena jaringan pembuluh darahnya sudah mengalami banyak penyumbatan. Ayah juga diharuskan untuk melakukan rawat jalan.

Sejak saat itu ayah mulai membatasi aktivitasnya sehingga membuatnya kurang produktif dalam menghasilkan nafkah. Biaya perobatan yang dikeluarkan juga cukup banyak hingga membuat tabungan pribadi ayah semakin menipis. Terakhir ketika ayah diharuskan untuk melakukan operasi angioplasty maka keluarga kami dipaksa menyiapkan dana puluhan juta rupiah.

Saat itu saya tidak memiliki jalan lain selain menggunakan uang tabungan untuk biaya kuliah saya. Walau ibu sebenarnya tidak tega tapi karena kenyataan tersebut akhirnya ibu mengizinkannya. Uang tabungan pun akhirnya habis dan ayah hanya bisa bertahan beberapa minggu saja setelah operasi hingga akhirnya beliau wafat.

Saya tidak boleh menyesali keadaan dan menyalahkan takdir, namun yang membuat saya sangat menyesal adalah kenapa dulu saya tidak mendorong ayah saya untuk ikut asuransi. Karena andai saja mengikutinya, pasti tidak akan sesulit ini.

Semoga dengan kisah ini, dapat menyadarkan kita akan pentingnya asuransi bagi kehidupan orang-orang yang kita sayangi.

LEAVE A REPLY