Pemasangan Defibrilator Jantung Untuk Mencegah Kematian

Pemasangan Defibrilator Jantung Untuk Mencegah Kematian – Defibrilator adalah alat yang memberi kejutan listrik berenergi tinggi ke jantung melalui dinding dada pada seseorang yang mengalami serangan jantung dan tindakan ini merupakan langkah menyelamatkan kehidupan penting dalam rantai kelangsungan hidup.

Defibrilasi pertama kali dipresentasikan oleh Prevost dan Batelli, dua ahli fisiologi dari Universitas Jenewa, Swiss pada tahun 1899. Dalam penelitian hewan, mereka mengamati bahwa sengatan listrik kecil yang dikirim ke jantung dapat memicu fibrilasi ventrikel, sementara pengiriman muatan listrik besar dapat membalikkan fibrilasi. Saat ini Defibrilator telah menjadi sebuah perangkat yang integral dalam komunitas medis dan masyarakat.

Jenis-jenis Defibrilator                  

Ada berbagai jenis defibrilator yang digunakan untuk jantung diantaranya :

1. DC Defibrilator

Kalibrasi dari DC defibrilator selalu pada satuan joule atau watt-detik di mana ini adalah ukuran tenaga listrik di dalam kapasitor. Dalam watt-detik, energi yang di dalamnya setara dengan 1 ½ kapasitansi yang ada pada farad dan kemudian dikalikan dengan tegangan volt kuadrat.

Defibrilator dapat bekerja secara sukses tergantung dari jumlah tenaga/energi yang diberikan tentunya. Asumsi nilai resistansi yang penempatannya antara electrode yang menjadi alat simulasi resistansi dari pasien adalah yang menjadi faktor untuk memperkirakan pemberian energi kepada pasien. 60-80 persen adalah jumlah dari energi yang diberikan oleh rata-rata defibrilator.

DC defibrillator dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya :

  1. Defibrilasi internal – Ukuran dari alat ini terbilang besar dengan bentuk menyerupai sendok elektroda.
  2. Defibrilasi eksternal – Piringan logam dengan diameter 3-5 cm ini mampu memroduksi arus besar supaya simultan dan kontraksi seragam dari serat otot jantung dapat terstimulasi. Energi listrik hanya dapat disalurkan oleh kapasitor yang tersimpan ketika hasil kontak defibrilator dengan tubuh pasien sudah tercapai dengan baik.

2. Implan Defibrilator

Diperuntukkan bagi pasien yang berpotensi atau beresiko tinggi menderita verticular fibrillation. Alat ini menyimpan rekaman data jantung penderita serta diagnostik serta sejarah terapi gagal jantung si pasien.

3. Advisory Defibrilator

Alat ini dirancang khusus untuk mengejutkan secara sensitivitas dan spesifitas yang diketahui sebanding dengan paramedic yang sudah professional. Alat ini juga merekomendasikan pemberian energi dimana energiS dapat disesuaikan dengan kejutan dari defibrilasi.

Intermedite Critical Illness (intermediate CI) – Dalam hal ini Allianz memberikan manfaat dari Pertanggungan tambahan CI 100 dan memberikan pertanggungan 100 penyakit kritis, yaitu :

Pemasangan defibrilator jantung 

Telah dilakukan pemasangan defibrilator jantung secara permanen sebagai akibat dari aritmia jantung yang tidak dapat diterapi dengan metode lain. Prosedur pembedahan haruslah dikonfirmasi oleh dokter spesialis jantung sebagai hal yang diperlukan secara medis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang menjadi nasabah Allianz atau menjadi mitra bisnis Allianz sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110.

Related Post

APRIL 6, 2018

Ingin Membeli Asuransi,...

Ingin Membeli Asuransi, Sebaiknya Perhatikan 5 Hal Ini Dulu! – Ketika kita hendak...

0

APRIL 6, 2018

Kamu Bikers? Sudah Sudah...

Kamu Bikers? Sudah Sudah Punya Asuransi Jiwa Belum? – Pernahkah sahabat satuters...

0

APRIL 5, 2018

Tidak Memiliki Asuransi...

Tidak Memiliki Asuransi Penyakit Kritis? Ini yang Akan Anda Alami – Asuransi...

0

APRIL 4, 2018

Agen Asuransi Yang Salah...

Agen Asuransi Yang Salah Menjawab Akan Menyesatkan Calon Nasabah – “Berapa lama...

0

APRIL 4, 2018

Hindari Kebiasaan Buruk Ini...

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Jika Ingin Terbebas Dari Karang Gigi – Sadarkah...

0

APRIL 3, 2018

Bagaimana Nasib Keluarga Jika...

Bagaimana Nasib Keluarga Jika Pencari Nafkah Tidak Memilki Asuransi? – Di dalam...

0