Share this post

Penyakit Metastasis Otak, Bagaimana Pencegahannya? – Pernahkah sahabat satuters mendengar kata metastasis? Istilah medis ini ternyata memiliki arti penyebaran, terutama penyebaran sel kanker di dalam tubuh. Tahukah sahabat satuters awalnya, kanker terjadi saat sel-sel di dalam tubuh membelah diri di luar kendali. Tak tinggal diam, tubuh pun melakukan mekanisme pertahanan diri dengan mencegah kerusakan genetik ini dan berusaha menyingkirkan sel abnormal secara genetis dari dalam tubuh.

Sayangnya, pada beberapa orang, pertahanan tubuhnya masih kurang kuat sehingga mengakibatkan populasi sel abnormal lolos dari kendali tubuh. Inilah yang menyebabkan sel-sel kanker kemudian berkerumun dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat atau normal.

Dalam perkembangannya, bila kanker terlambat dideteksi, sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor utama dan masuk ke dalam pembuluh darah. Sel kanker ini kemudian ikut bersirkulasi di dalam aliran darah hingga kemudian tumbuh di jaringan normal tubuh lainnya. Peristiwa inilah yang disebut dengan metastasis kanker. Sel kanker hasil penyebaran ini biasanya akan disebut sebagai tumor sekunder.

Gejala Yang Ditimbulkan

Penyebaran sel kanker bisa mengenai seluruh bagian tubuh, tak terkecuali otak. Bahkan metastatis otak terjadi hingga 25 persen dari keseluruhan kanker yang menyebar. Jumlah ini lebih banyak dari kanker yang memang berawal dari otak itu sendiri. Beberapa jenis kanker yang sering sekali menyebar menjadi metastasis otak adalah kanker payudara dan kanker paru, meskipun ada juga kanker lain yang dapat mengalami metastasis seperti kanker tulang dan kanker kulit.

Gejala yang umumnya akan dirasakan oleh pasien kanker yang mengalami metastasis otak adalah sakit kepala yang berat. Hal ini terjadi karena tumor mengambil ruang di dalam otak. Sementara, ruang di dalam otak dibatasi oleh tengkorak sehingga tumor menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Gejala metastasis otak bahkan bisa lebih berat dari kanker primer yang mereka alami. Karena itulah banyak pasien yang justru lebih dulu dideteksi mengalami tumor otak sebelum kanker primernya terdeteksi.

Di Indonesia, tumor otak sering kali merupakan tumor sekunder atau metastasis otak bukan tumor primer. Tumor otak primer dan sekunder bisa dibedakan dari bentuknya dan hal tersebut dapat diketahui saat melakukan pemeriksaan seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging). Namun, baik tumor otak primer dan sekunder sama-sama berbahaya dan harus segera mendapatkan pengobatan yang tepat agar tidak semakin parah.

Bagaiamana cara mencegahnya?

Ada beberapa hal yang dapat sahabat satuters lakukan sebagai tindakan pencegahan, misalnya:

  1. Tidak merokok
  2. Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran
  3. Mempertahankan berat badan yang sehat
  4. Rutin olahraga
  5. Melindungi diri dari pajanan sinar matahari
  6. Mendapatkan imunisasi
  7. Menghindari perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit, seperti melakukan seks bebas atau berbagi jarum suntik
  8. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi kanker sejak dini.

Penting untuk sahabat satuters ketahui, bahwa semakin dini kanker terdeteksi, maka semakin besar peluang keberhasilan pengobatannya. Peluang harapan hidup juga lebih tinggi dibandingkan jika metastasis kanker telah terjadi atau kanker telah mencapai stadium akhir. Untuk itu, sahabat satuters dapat melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dengan dokter dan menjalani sejumlah pemeriksaan untuk deteksi kanker sejak dini.

Asuransi Penyakit Kritis Flexi CI– Dalam hal ini Allianz memiliki kriteria tersendiri dalam mengklaim penyakit kritis yaitu Metastasis Otak.

Metastasis Otak

Komplikasi kanker sistematik yang menyebar ke otak. Diagnoisi yang harus di tegakkan oleh dokter spesialis Onkologi dan di dukung oleh laporan patologo. Jika biopsi lesi tidak terindekasi secara klinis, maka klaim harus di dukung oleh bukti bertambahnya ukuran tumor dan memburuknya disfungsi neurologis.

Metastasis otak tidak ditanggung jika tertanggung juga mengidap HIV atau AIDS.

Klik disini untuk melihat list 88 Kondisi Penyakit Kritis Flexi CI (Rider) Plan Silver Allianz.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110

Related Post

JANUARY 17, 2019

Trauma Kepala Serius, Akibat...

Trauma Kepala Serius, Akibat Hantaman Keras Dari Luar – Pernahkah sahabat satuters...

0

JANUARY 16, 2019

Otot Tubuh Lumpuh Akibat...

Otot Tubuh Lumpuh Akibat Penyakit Poliomyelitis Yang Menular– Polio biasa disebut...

0

JANUARY 15, 2019

Prinsip Asuransi Itu Bukan...

Prinsip Asuransi Itu Bukan Cari Untung, Ini Penjelasannya – Setiap orang yang hidup...

0

JANUARY 14, 2019

Reksadana Atau Asuransi, Mana...

Reksadana Atau Asuransi, Mana Yang Lebih Baik Untuk Dimiliki? – Prioritas mana ya?...

0

JANUARY 13, 2019

Vaksinasi Dengan Asuransi...

Vaksinasi Dengan Asuransi Ternyata Memiliki Kesamaan Lho – Tahukah sahabat...

0

JANUARY 12, 2019

Produk Asuransi Itu Ternyata...

Produk Asuransi Itu Ternyata Unik Lho, Ini Faktanya – Asuransi itu produk yang...

0