Share this post

Perlukah Setiap Wanita Memiliki Asuransi Jiwa? Part-2

Masih sambungan dari artikel sebelumnya Perlukah Setiap Wanita Memiliki Asuransi Jiwa? Part-1

  1. Teori yang menyatakan ibu rumah tangga tidak butuh asuransi jiwa, sebetulnya hanya berlaku untuk asuransi jiwa dalam pengertian risiko meninggal dunia. Bicara soal risiko lain, misalnya penyakit kritis dan cacat, teori tersebut tidak berlaku sama sekali.

Jika kita berbicara tentang penyakit kritis, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki risiko tersebut. Bahkan kaum perempuan memiliki kemungkinan yang lebih besar dan jenis penyakit yang lebih banyak. Saya tidak tahu statistiknya, tapi dilihat dari premi, biaya asuransi penyakit kritis (dan kesehatan pada umumnya) untuk perempuan lebih tinggi ketimbang laki-laki.

  1. Suami akan lebih merasa aman jika istrinya pun punya asuransi penyakit kritis.

Jika seorang ibu rumah tangga terkena penyakit kritis, siapa yang akan menanggung biayanya? Tanpa asuransi, siapa lagi kalau bukan suami. Dan sungguh, akan sangat memberatkan bertindak sebagai “perusahaan asuransi” bagi orang-orang yang kita cintai.

Jadi, berapakah UP yang ideal untuk ibu rumah tangga?

Jika premi bukan masalah, menurut saya, sebaiknya UP asuransi untuk istri sama dengan UP yang dimiliki suami. Kenapa? Hal itu menunjukkan besarnya penghargaan yang diberikan suami dan istri kepada satu sama lain. Bukankah suami istri harus saling menghargai secara setara?

Itu bicara UP jiwa. Dalam hal UP penyakit kritis, bukankah kita tak pernah tahu, siapa yang membutuhkan biaya lebih besar?

Ibu Rumah Tangga memiliki kontribusi menjaga kestabilan keluarga. Jika tugas-tugas rumah tangga diserahkan kepada orang lain itu ada biaya yang harus dikeluarkan dan ada pula yg nilainya tidak bisa terhitung. Disitulah letaknya Ibu rumah tangga harus dihargai secara setara.

Lalu bagaimana single mother yang masih single?

Beberapa calon klien yang saya temui adalah Single-Mother, ada juga yang belum menikah, tapi memiliki tanggungan. Kepada mereka saya sarankan selain memiliki UP jiwa yang cukup besar, juga memiliki manfaat rider yang lengkap.

Sekarang ini banyak perempuan berperan ganda, selain ibu rumah tangga juga menjadi pekerja. Perempuan yang memiliki suami, single-mother, juga wanita belum menikah. Kadang penghasilan mereka lebih besar daripada pria.

Meskipun kontribusi wanita ini cukup banyak, tetapi masih lebih sedikit yang ikut asuransi dibandingkan para pria. Ada pula yang coverage nya kurang maksimal, padahal asuransi ini sangat penting untuk ‘menjaga penghasilan’ tetap ada ketika hal yang buruk terjadi (meninggal, cacat tetap karena sakit/kecelakaan, terkena sakit kritis).

Setelah sahabat satuters mengetahui tentang “Perlukah Setiap Wanita Memiliki Asuransi Jiwa? Part-2” Apakah keluarga sahabat satuters saat ini sudah terlindungi dengan asuransi? Sudah cukupkah perlindungannya?

Untuk informasi seputar asuransi bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters.  HP/WA : 081212188110.

 

Related Post

DECEMBER 7, 2018

Bulbar Palsy Progresif,...

Bulbar Palsy Progresif, Penyakit Genetik dan Langka – Bulbar Palsy Progresif...

0

DECEMBER 6, 2018

Endokarditis Infektif,...

Endokarditis Infektif, Pengertian Dan Penyebabnya – Endokarditis Infektif adalah...

0

DECEMBER 6, 2018

Metastasis Otak, Jenis...

Metastasis Otak, Jenis Penyakit Apa? Serta Bagaimana Pencegahannya? – Pernahkah...

0

DECEMBER 3, 2018

88 Kondisi Penyakit Kritis...

88 Kondisi Penyakit Kritis Flexi CI (Rider) Plan Silver –  Asuransi tambahan...

0

DECEMBER 1, 2018

Manfaat Lain Kulit Jeruk Yang...

Manfaat Lain Kulit Jeruk Yang Tidak Hanya Mengharumkan Ruangan – Apakah sahabat...

0

DECEMBER 1, 2018

Jenis-Jenis Bakteri Yang Baik...

Jenis-Jenis Bakteri Yang Baik Bagi Tubuh Manusia – Apakah sahabat satuters...

0