Share this post

Skleroderma Progresif Dengan Sindroma CREST  Yang Menyerang Imun – Skleroderma adalah suatu penyakit autoimun sistemik yang terutama menyerang kulit namun seringkali juga melibatkan saluran pencernaan, sistem pernapasan, ginjal, kardiovaskular, dan genitourinari. Dan akhirnya banyak menyerang struktur vaskular di dalam tubuh. Istilah “Skleroderma” berasal dari kata Yunani yang artinya pengerasan kulit dan penyakit ini tergolong kronis.

Skleroderma adalah penyakit yang tidak menular, non-kanker, dan tidak menginfeksi. Beberapa bentuk skleroderma bersifat progresif yang berarti berawal dari sebuah kasus yang ringan yang kemudian berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

Ada beberapa bentuk skleroderma, namun terdapat dua kategori utama: terlokalisasi dan sistemik. Yang termasuk skleroderma terlokalisasi adalam morphea dan scleroderma linear. Scleroderma sistemik memiliki dua bentuk, yaitu sindroma terbatas (CREST) dan tersebar

CREST merupakan singkatan dari lima ciri-ciri utamanya yaitu (Calcinosis, Raynaud Phenomenon (Fenomena Raynaud), Esophageal Dysfunction (Disfungsi saluran cerna), Sclerodactyly, dan Telangiectasia.

CREST merupakan bentuk dari Skleroderma sistemik yaitu melibatkan penebalan simetris kulit ekstremitas, wajah, dan batang (dada, punggung, perut, atau sisi panggul). Penyakit organ bisa terjadi sejak dini dan menjadi lebih serius.

Organ yang terkena meliputi kerongkongan, usus, dan paru-paru dengan jaringan parut (fibrosis), jantung, dan ginjal. Tekanan darah tinggi bisa menjadi efek samping yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Bentuk skleroderma ini bisa sangat melumpuhkan.

Intermedite Critical Illness (intermediate CI) – Dalam hal ini Allianz memberikan manfaat dari Pertanggungan tambahan CI 100 dan memberikan pertanggungan 100 penyakit kritis, yaitu :

Skleroderma Progresif dengan sindroma CREST

Diagnosis sclerosis sistemik dengan sindroma CREST secara pasti harus ditegakkan oleh dokter spesialis rheumatologi berdasarkan kriteria klinis yang sesuai. Diagnosis ini harus didukung oleh biopsi dan bukti serologis. Penyakit ini harus ditandai penumpukan kalsium pada kulit (calcinosis), penebalan kulit jari tangan atau kaki (solerodactyly) dan esofagus. Disamping itu, juga harus terdapat telangectasia (pembuluh kapiler melebar) dan Fenomena Raynaud yang menyebabkan spasme pada arteri di ekstremitas.

Kondisi tersebut di atas harus ditegakkan oleh dokter spesialls dan didukung oleh bukti-bukti medis yang telah dikonfirmasi sesuai dengan skleroderma progresif.

Kondisi di bawah ini dikecualikan:

  • Scleroderma local (linear scleroderma atau morfea), dan
  • Eosinoiilik fasciitis, dan
  • Skleroderma Progresif tahap awal

Untuk informasi lebih lanjut tentang menjadi nasabah Allianz atau menjadi mitra bisnis Allianz sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110.

Related Post

JUNE 2, 2020

Bagaimana Virus Corona Dapat...

Bagaimana Virus Corona Dapat Menyerang Orang Yang Sembuh? – Sudah lebih dari satu...

0

JUNE 1, 2020

Tentang Istilah New Normal...

Tentang Istilah New Normal Pasca Pandemi Corona – Saat ini kita sering mendengar...

0

MAY 25, 2020

Kunyit Putih, Inilah Segudang...

Kunyit Putih, Inilah Segudang Manfaat Jika Kamu Mengkonsumsinya – Apakah sahabat...

0

MAY 24, 2020

Atasi Stres Saat Dirumah Aja...

Atasi Stres Saat Dirumah Aja Karena Pandemi Virus Corona, Ini Tipsnya – Virus...

0

MAY 23, 2020

Penyebab Autisme Pada Anak,...

Penyebab Autisme Pada Anak, Yuk Kenali Sejak Dini – Apakah kamu pernah melihat atau...

0

MAY 21, 2020

Silaturahmi Lebaran Dimasa...

Silaturahmi Lebaran Dimasa Pandemi Corona, Ini Tips Amannya – Tidak terasa...

0
Call Now Button