Skleroderma Progresif, Penyakit Kronis Yang Menyerang Imun Tubuh

Skleroderma progresif adalah suatu penyakit autoimun kronis yang bersifat progresif serta ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit dan masalah organ tubuh lainnya. Kondisi ini menyerang jaringan ikat dan sistem imun tubuh. Skleroderma progresif lebih sering terjadi pada wanita 4 kali lebih tinggi dari pada pria maupun anak-anak, penyakit ini biasanya muncul pada usia 30-50 tahun.

Skleroderma merupakan penyakit yang tidak menular, tidak menginfeksi dan non kanker. Walaupun banyak kasus dari penyakit ini disebut ringan namun ada beberapa kasus yang dapat mengancam jiwa. Skleroderma yang besifat progresif yang berarti berawal dari sebuah kasus yang ringan dan kemudian berkembang menjadi parah bahkan kronis.

Gejala Skleroderma Progresif

Setiap orang yang menderita Skleroderma progresif mempunyai gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Biasanya gejala ini bervariasi dari waktu ke waktu dengan periode membaik dan memburuk. Walaupun Skleroderma progresif tidak dapat disembuhkan namun sebagian besar dapat di sembuhkan dengan obat-obatan maupun pola hidup yang sehat. Berikut gejalanya :

  1. Fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas atau dingin)
  2. Kulit menjadi keras
  3. Kulit wajah menjadi kencang dan seperti topeng
  4. Sembelit
  5. Koreng diujung jari tangan atau jari kaki
  6. Diare
  7. Sesak nafas (terjadinya jaringan parut diparu-paru, sehingga terjadi sesak nafas pada saat penderita melakukan berbagai aktivitas)
  8. Setelah makan perut menjadi kembung
  9. Nyeri, yang menyebabkan kaku dan bengkak pada jari tengah dan persendian
  10. Kulit tangan dan lengan depan tampak mengkilap dan menebal
  11. Berat badan menjadi turun
  12. Kulit wajah menjadi kencang seperti topeng
  13. Sulit menelan makanan ataupun minuman

Penyebab Skleroderma Progresif

Hingga saat ini belum dapat di ketahui penyebab dari Skleroderma progresif. Penyakit ini dapat menyebabkan gejal lokal maupun sistemik. Namun menurut para penelitian beberapa kemungkinan penyebabnya adalah gen tertentu dan lingkungan yang mengaktifasi sistem kekebalan tubuh, yang selanjutnya merusak pembuluh darah dan mengakibatkan munculnya bekas luka dan kolagen yang berlebihan.

Asuransi Penyakit Kritis – Dalam hal ini Allianz memiliki kriteria tersendiri dalam mengklaim penyakit kritis yaitu Skleroderma Progresif.

Skleroderma Progresif

Suatu penyakit pembuluh darah kolagen yang sistemik yang menyebabkan terjadinya fibrosis menyeluruh secara progresif didalam kulit, pembuluh darah dan organ-organ tubuh yang lain.

Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh biopsi dan bukti pendukung hasil serologi dan penyakit ini harus sesuai dengan proporsi sistemik yang berhubungan denga jantung, paru-paru dan ginjal.

Pengecualian untuk penyakit ini adalah :

  • Skleroderma lokal (skleroderma yang linear atau morphea)
  • Eosinophilic Fascitis and
  • Sindrom CREST

Klik disini untuk melihat list 49 Jenis Penyakit Kritis Allianz

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110 (Gratis)

Related Post

MAY 8, 2018

Berniat Menutup Polis...

Berniat Menutup Polis Asuransi? Sebaiknya Perhatikan Hal Ini Dulu – Sahabat...

0

MAY 8, 2018

Cara Jitu Agar Pria Lajang,...

Cara Jitu Agar Pria Lajang, Pandai Mengatur Uang Pribadi – Apakah sahabat satuters...

0

MAY 7, 2018

Allianz, Bisnis Yang Terbuka...

Allianz Bisnis Yang Terbuka Untuk Semua Kalangan – Ketika sahabat satuters bertemu...

0

MAY 7, 2018

Orang Zaman Now, Wajib...

Orang Zaman Now, Wajib Hindari Kesalahan Dalam Mengatur Keuangan – Namun sahabat...

0

MAY 6, 2018

Agen Asuransi Yang Sukses...

Agen Asuransi Yang Sukses Wajib Memiliki Pola Pikir Seperti Ini – Bagian 1 –...

0

MAY 6, 2018

Tips Cerdas Mengatur Keuangan...

Tips Cerdas Mengatur Keuangan Setelah Bayi Lahir – Setiap pasangan yang menjalankan...

0

Leave a Comments