Tips Mencari Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Orang Tua

Seiring bertambahnya usia dan menjadi tua, kesehatan perlahan-lahan mengalami penurunan. Orang yang dikenal pada masa mudanya tangguh, kini menjadi tampak lemah menghadapi kondisi yang berubah-ubah semisal perubahan cuaca. Contoh lainnya adalah orang tua. Waktu Anda kecil dulu orang tua Anda kuat untuk berjalan berkilometer jauhnya. Sekarang justru Andalah yang lebih kuat berjalan, meninggalkan orang tua Anda di belakang.

Kondisi tersebut sudah pasti akan Anda alami pada masa yang akan datang. Karena itu, mulai dari sekarang Anda perlu menyadari pentingnya proteksi diri semisal asuransi kesehatan. Namun, bagaimana jika orang tua ternyata belum memiliki asuransi kesehatan? Anda sebagai anak pasti ingin melakukan apa pun yang terbaik untuk mereka. Dan Anda pun terpikir untuk mendaftarkan diri mereka agar memiliki asuransi.

Ada banyak produk asuransi kesehatan termurah untuk orang tua yang ditawarkan, baik lewat agen asuransi dari asuransi kesehatan swasta maupun media online. Bagi Anda yang baru pertama kali mencari-cari asuransi, pasti akan dibuat bingung dengan beragamnya pilihan produk. Ingin mendapatkan asuransi yang terbaik bagi orang tua? Tips-tips berikut ini bisa membantu Anda dalam memilih asuransi kesehatan bagi orang tua.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Asuransi Kesehatan
Inilah Tips-Tips untuk Mendapatkan Asuransi yang Terbaik

Sebelum menjatuhkan pilihan, Anda sebaiknya sudah tahu betul asuransi mana kiranya yang benar-benar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan orang tua. Memang cukup menyita waktu mencari-cari yang terbaik di antara banyak pilihan produk asuransi. Setidaknya, dengan menjadikan tips-tips berikut ini sebagai pedoman, Anda akan menemukan macam-macam asuransi kesehatan untuk orang tua dengan mudah.
1. Cari yang Paling Sesuai dengan Riwayat Kesehatan Orang Tua
kita semua tahu bahwa orang yang memasuki masa tua cenderung rentan terhadap penyakit. Tak jarang terdengar oleh kita istilah “penyakit orang tua”. Nah. Di sinilah Anda sudah harus mengetahui riwayat kesehatan orang tua. Lebih baik lagi jika Anda membawa orang tua ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (medical check up). Dari informasi yang diperoleh tersebut, Anda bisa menentukan mana asuransi kesehatan yang kiranya sesuai.
2. Pilih yang Memberikan Perlindungan terhadap Penyakit Kritis
Sakit bisa datang kapan saja, termasuk sakit yang disebabkan penyakit kritis. Dalam memilih asuransi kesehatan, akan lebih baik jika Anda mendapatkan yang memberikan tanggungan atas penyakit-penyakit kritis. Ini sangat penting mengingat dalam penanganannya penyakit kritis, seperti stroke, gagal ginjal, kanker, tumor ganas, atau jantung koroner, menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Perlu Anda ketahui, tidak semua perusahaan asuransi memberikan perlindungan lengkap terhadap penyakit kritis. Karena itu, Anda juga harus menanyakan apakah asuransi tersebut akan meng-cover penyakit kritis terhadap stadium pertama atau tidak. Kebanyakan perusahaan asuransi memberikan aturan klaim penyakit kritis jika sudah masuk ke stadium lanjut atau di atas stadium 3.
3. Pilih Asuransi Kesehatan yang Mempertimbangkan Inflasi
Ibarat menabung, lama-kelamaan nilai uang tersebut akan tergerus oleh inflasi. Hal ini patut jadi pertimbangan dalam mencari asuransi kesehatan. Anda tidak mau bukan premi asuransi yang dibayarkan perlahan-lahan berkurang nilainya akibat inflasi. Karena itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu atau bertanya pada pihak penyedia asuransi soal pengaruh inflasi terhadap nilai pertanggungan yang diberikan.
4. Ingat, Ada Batasan Usia Memiliki Asuransi
Tiap-tiap perusahaan asuransi memiliki aturan yang berbeda-beda dalam memberikan layanan asuransi. Umumnya, perusahaan asuransi menentukan batasan usia untuk memiliki asuransi antara 50-70 tahun dengan masa proteksi yang berbeda-beda.
5. Pertimbangkan Alternatif Asuransi Kesehatan yang Menawarkan Dana Cash
Meskipun fitur ini cukup jarang ditawarkan perusahaan asuransi, tetapi Anda bisa mencari informasi terkait hal ini. Dana cash diperlukan ketika biaya perawatan nantinya melebihi plafon yang telah ditentukan. Tentunya jika ada dana cash dari pihak asuransi atas kelebihan plafon tersebut, Anda tidak perlu menyediakan kekurangan biaya pengobatan.
6. Pertimbangkan Asuransi yang Menanggung Biaya Pengobatan Alternatif
Di Indonesia banyak orang yang entah karena beberapa alasan memilih pengobatan alternatif/nonmedis. Kebanyakan asuransi hanya melayani pengobatan secara medis yang dilakukan di rumah sakit. Namun, kalau menemukan produk asuransi yang menawarkan pembiayaan pengobatan alternatif/nonmedis, asuransi tersebut layak untuk Anda pertimbangkan.
7. Pertimbangkan Asuransi Kesehatan dengan Proteksi hingga Usia Lanjut
Kita tidak tahu usia sampai usia berapa orang yang kita kenal akan terus hidup. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, ada baiknya mendapatkan asuransi yang memberikan perlindungan dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan tersebut, bahkan hingga usia >100 tahun.
8. Perhatikan Pre-Existing Condition dan Periode Eliminasi
Pre-existing condition dan periode eliminasi berlaku dalam asuransi kesehatan. Pre-existing condition adalah ketentuan dalam asuransi kesehatan yang mensyaratkan uang pertanggungan akan diberikan setelah polis efektif berlaku. Misalnya, peserta asuransi kesehatan jatuh sakit atau dirawat akibat kecelakaan. Sementara polis asuransi baru efektif beberapa hari setelah peserta asuransi menerima pengobatan. Mengacu pada ketentuan pre-existing condition, peserta asuransi tidak bisa melakukan klaim atas derita yang dialaminya.

Sementara periode eliminasi diartikan sebagai jarak jeda waktu klaim terhadap waktu sakit. Sebagai contoh, bila asuransi kesehatan memberlakukan periode eliminasi selama 30 hari, peserta asuransi baru bisa melakukan klaim setelah melewati masa eliminasi tersebut sejak tanggal polis diberlakukan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dua ketentuan tersebut sebelum melakukan klaim.
9. Pahami Polis dengan Benar
Polis harus dipahami dengan benar. Sebab setelah Anda menandatangani polis, perusahaan asuransi menganggap Anda telah mengerti dan memahami seluruh ketentuan dalam polis. Kalau Anda tidak mengerti, ada baiknya bertanya kepada pihak penyedia asuransi. Selebihnya, Anda juga harus terbuka apa adanya tentang kondisi orang tua sebelum menandatangani polis asuransi. Ini penting agar pihak asuransi bisa memahami sepenuhnya tentang risiko yang mungkin terjadi.

Related Post

APRIL 26, 2018

Penyakit Paru-Paru Basah,...

Penyakit Paru-Paru Basah, Hindari Kebiasaan Buruk Ini – Pernahkah sahabat satuters...

0

APRIL 26, 2018

Yakin Orang Kaya Raya Tidak...

Yakin Orang Kaya Raya Tidak Mau Memiliki Asuransi? – Saat ini masih banyak orang...

0

APRIL 25, 2018

Misi Mulia Seorang Agen...

Misi Mulia Seorang Agen Asuransi Yang Jarang Diketahui Orang – Menjadi seorang...

0

APRIL 25, 2018

Wajah Mudah Keriput? Yuk...

Wajah Mudah Keriput? Yuk Hindari Kebiasaan Buruk Ini – Memiliki kulit yang sehat...

0

APRIL 24, 2018

Hilangkan Bau Badan Dengan...

Hilangkan Bau Badan Dengan Menjauhi Kebiasaan Buruk Ini – Pernahkah sahabat...

0

APRIL 24, 2018

Jauhi Kebiasaan Ini Agar...

Jauhi Kebiasaan Ini Agar Kekebalan Tubuh Semakin Meningkat – Sahabat satuters,...

0

Leave a Comments