Categories
Tips Asuransi

4 Kesalahan Pada Saat Memilih Asuransi Jiwa

Memilih Asuransi Jiwa – Terdapat banyak sekali kesalahan yang dilakukan seseorang ketika memilih serta membeli asuransi jiwa. Hal itu tentunya menyebabkan beberapa akibat seperti membuat premi menjadi mahal, manfaat yang di dapatkan jauh dari optimal, dan sebagainya. Diperkirakan kurang dari 10% masyarakat yang mempunyai asuransi. Hal ini membuktikan jika perlindungan untuk keluarga terlihat belum begitu penting oleh orang banyak bahkan kalah penting dengan gadget karena persentanse orang yang memiliki gadget 90%.

Padahal sekarang ini sudah banyak sekali jasa asuransi yang tersedia di Indonesia salah satunya adalah Asuransi Allianz. Dengan membeli dan mempunyai asuransi maka para istri akan lebih terjamin hidupnya. Banyak yang berpikir jika asuransi itu mahal dan mubazir sehingga banyak diantara mereka yang tidak mau membeli asuransi. Sebenarnya jika kamu memilih produk yang tepat maka premi asuransi jiwa tidak akan semahal yang kamu bayangkan. Yang terpenting adalah pada saat membeli kamu dapat memilih asuransi jiwa yang paling tepat salah satunya adalah dengan memilih Asuransi Allianz. Berikut ini beberapa kesalahan yang dilakukan pada saat memilih dan membeli asuransi jiwa.

Uang Pertanggungan Kurang

uang-pertanggungan

Uang pertanggungan (UP) merupakan manfaat yang yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan asuransi apabila yang tertanggung meninggal dunia. Banyak sekali orang yang tidak mengetahui atau bahkan tidak ingat berapa UP dalam polis. Sedangkan yang menjadi tujuan kamu membeli asuransi adalah untuk proteksi UP. Oleh sebab itu sebaiknya kamu lebih menjadikan nilai pertanggungan menjadi perhatian utama pada saat kamu membeli asuransi jiwa. Nilainya harus tergolong cukup besar, sesuai dengan estimasi biaya hidup keluarga.

Fokus pada Investasi Bukan Proteksi

memilih asuransi jiwa proteksi

Kesalahan yang selanjutnya adalah banyak orang yang membeli asuransi jiwa tetapi hanya fokus pada nilai investasinya saja. Banyak yang tidak memperhatikan pengertian mengenai berapa nilai uang pertanggungan, apakah akan cukup untuk proteksi pada keluarga tercinta kamu atau tidak. Meskipun memang tidak salah jika nilai investasi akan ditambahkan ke dalam uang pertanggungan apabila tertanggung meninggal dunia. Namun kamu harus ingat bahwa investasi itu tidak pasti, dan berfluktuasi tergantung pada kinerja instrument yang dipilih. Meskipun terdapat nilai investasi dan dapat menambah uang pertanggugan tetapi tetap saja sifatnya tidak pasti. Yang menjadi pasti jumlahnya merupakan nilai pertanggungan dan jumlah tersebut yang dijamin oleh pihak perusahaan asuransi.

Belum Perlu Beli Asuransi Jiwa

premi asuransi jiwa

Kamu harus memahami terlebih dahulu tujuan kamu mempunyai polis asuransi jiwa, yaitu dapat memberikan manfaat seperti uang pertanggungan kepada ahli waris apabila yang tertanggung utama telah meninggal dunia. Dalam arti terdapat orang yang hidupnya bergantung pada yang tertanggung secara keuangan, seperti istri, orang tua, dan anak. Jika tertanggung meninggal dunia akan membuat mereka menghadapi masalah keuangan sebab mereka kehilangan sumber penghasilan sehingga membutuhkan proteksi keuangan, yang disediakan oleh pihak asuransi jiwa.

Namun apabila belum terdapat orang yang hidupnya bergantung pada yang tertanggung maka tidak masalah jika tidak mempunyai asuransi, Kamu dapat mengalihkannya untuk hal lebih penting salah satunya adalah untuk Dana Pensiun.

Baca juga : Ketahui 4 Macam Asuransi Jiwa Ini Agar Lebih Tepat Dalam Memilihnya

Salah Menulis Tertanggung

asuransi jiwa

Tentunya untuk menjadi yang tertanggung haruslah orang yang memberikan pengaruh besar di dalam keluarga seperti pencari nafkah utama. Tentunya orang yang paling tepat tersebut adalah suami. Karena jika suami meninggal dunia akan membuat sumber penghasilan terhenti. Tertanggung sebaiknya pihak yang memberikan sumber penghasilan untuk keluarga. Karena banyak yang menjadikan anak-anak atau istri yang tidak bekerja ditetapkan sebagai tertanggung.