Categories
Asuransi Penyakit Kritis Berita Terbaru Info Asuransi Kesehatan Makanan dan Gaya Hidup

Apa Itu Penyakit Full Blown AIDS, Berbahayakah Bagi Manusia?

Apa Itu Penyakit Full Blown AIDS, Berbahayakah Bagi Manusia? – Tak banyak orang yang tahu bahwa ada berbagai strain atau jenis HIV. Strain HIV-1 lebih agresif dan dapat ditemukan di seluruh dunia, sedangkan strain HIV-2 lebih banyak ditemukan di Afrika Barat dan telah mulai ditemukan di Eropa, India, Jepang dan Amerika Serikat.

Sebuah tim peneliti yang berasal dari Lund University di Swedia menemukan bahwa penderita AIDS yang yang terinfeksi virus strain HIV-2 kemudian diikuti terinfeksi HIV-1 ternyata memiliki kemampuan lebih baik dalam memerangi penyakit.

Dalam laporan yang dimuat New England Journal of Medicine, para peneliti memantau 4.700 orang di suatu negara di Afrika, yaitu Guinea-Bissau selama 20 tahun. Pemantauan difokuskan pada 223 orang yang awalnya terinfeksi strain HIV-2 lalu terinfeksi oleh strain HIV-1, kemudian dibandingkan dengan orang yang hanya terinfeksi strain HIV-1.

Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang membedakan antara kedua strain HV ini. Apakah ada sesuatu dalam virus HIV-2 yang kurang begitu merusak sistem pertahanan kekebalan tubuh manusia? Atau apakah ada mekanisme lain dalam tubuh manusia itu sendiri?

Para peneliti terkejut ketika menemukan bahwa pada orang yang telah tertular HIV-1 saja, hasil pemeriksaan menemukan bahwa kondisinya berkembang menjadi full blown AIDS dalam waktu kurang dari 68 bulan.

Lalu Apa itu Full blown AIDS

Full blown AIDS merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh sudah benar-benar lumpuh dan penderita amat mudah terserang berbagai jenis penyakit.

Anehnya, pada orang yang terinfeksi HIV-2 kemudian diikuti oleh HIV-1, kondisinya baru memburuk menjadi full blown AIDS dalam waktu rata-rata 104 bulan. Waktunya sekitar 50 persen lebih lama dibandingkan orang yang terinfeksi HIV-1 saja.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa varietas genetik HIV muncul ketika sudah menginfeksi inangnya. Semakin sedikit variasi genetiknya, semakin cepat sang pasien mengalami gejala penyakit AIDS. Para peneliti juga mempelajari sel-T, yaitu sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV.

Asuransi Penyakit Kritis Flexi CI – Dalam hal ini Allianz memiliki kriteria tersendiri dalam mengklaim penyakit kritis yaitu Full Blown AIDS.

Full Blown AIDS

Manifestasi Klinis AIDS (Sindrom imunodefisiensi) yang harus di dukung oleh hasil tes antibody yang menunjukkan hasil positif HIV (Virus Imunodefisiensi) dan dikonfirmasi oleh tes Western Blot.

Selain itu, Tertanggung harus memiliki jumlah sel CD4 kurang dari 200 (dua ratus) dan satu atau lebih dari kriteria di bawah ini terpenuhi :

  1. Turun berat badan sebanyak 10% dari berat badan salaam jangka waktu enam (6) bulan atau kurang (sindrom wasting).
  2. Sarkoma Kaposi
  3. Pneumonia Pneumocystis Carinii
  4. Leukoensefalopati Multifokal Progresif
  5. Tuberkulosis aktif
  6. Limfosit kurang dari 1000 (seribu)
  7. Limfoma ganas

Penyakit Creutzfeldt – Jacob adalah penyakit langka dan merupakan ensefalopati spongiform fatal yang biasanya disertai oleh tanda-tanda dan gejala disfungsi serebral, demensia progresif parah, kejang otot yang tidak dapat dikendalikan, tremor dan atetosis.

Diagnosa harus ditegakkan oleh seorang dokter spesialis saraf dan berdasarkan hasil EEG dan CSF yang konklusif serta CT scan dan MRI.

Klik disini untuk melihat list Kondisi Penyakit Kritis Flexi CI (Rider) Plan Silver Allianz.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110.