Share this post

Calon Nasabah Wajib Perhatikan Hal Ini Tentang Asuransi Penyakit Kritis – Asuransi penyakit kritis adalah bagian dari asuransi kesehatan namun memiliki manfaat tambahan lebih spesifik, yaitu untuk penyakit yang berbahaya, membutuhkan biaya besar dan punya akibat fatal sampai kematian.

Apa Perbedaan Asuransi Penyakit Kritis dengan Asuransi Kesehatan?

Asuransi kesehatan menanggung biaya pengobatan dan perawatan dengan kondisi terbatas artinya terdapat beberapa biaya lain yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan. Contohnya, penghasilan yang hilang karena tertanggung tidak dapat lagi bekerja. Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk anggota keluarga yang datang menemani tertanggung. Dengan asuransi penyakit kritis, dana tersebut dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Berapa Besarnya Premi Asuransi Penyakit Kritis?

Besarnya premi asuransi penyakit kritis bervarias, tergantung paket yang diambil oleh nasabah. Namun pada umumnya di dalam asuransi penyakit kritis terdapat 3 komponen premi yaitu:

  1. Premi dasar yaitu premi yang dicantumkan pada polis asuransi dan tidak berubah selama tidak ada perubahan pada data.
  2. Premi tambahan karena adanya perubahan pada data dan besar risiko yang terjamin.
  3. Pengurangan premi yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti kondisi perekonomian atau faktor internal seperti jangka waktu pertanggungan dan lainnya.

Sebenarnya Penting Tidak Ya, Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness)?

Penyakit kritis merujuk pada daftar penyakit-penyakit yang dianggap mematikan dan membutuhkan uang pengobatan dalam jumlah besar. Perlu dipahami bahwa, penyakit kritis (critical illness), termasuk dalam kategori asuransi tambahan (rider) yang menempel pada asuransi utama. Jadi kita tidak bisa membeli hanya asuransi penyakit kritis saja. Jika Anda bertanya perlu tidak asuransi penyakit kritis, maka jawab dulu pertanyaan berikut ini, jika jawabannya iya maka Anda perlu asuransi penyakit kritis:

  1. Apakah Anda mampu membayar premi asuransi kesehatan degan tambahan asuransi penyakit kritis?
  2. Apakah Anda punya riwayat atau gaya hidup yang beresiko terhadap penyakit kritis?

Apa yang dimaksud survival periode? Mengapa nasabah sebaiknya memilih produk yang tanpa survival periode?

Dalam asuransi penyakit kritis ada istilah survival periode. Pilih asuransi penyakit kritis yang tidak memiliki survival periode (masa bertahan hidup). Jika Anda cermati dalam polis asuransi penyakit kritis, ada tertulis survival period 14 hari, artinya nasabah harus mampu melewati masa 14 hari sejak dinyatakan mengidap penyakit. Jika nasabah meninggal dalam waktu 14 hari (dalam masa survival periode), maka klaim tidak cair. Pilih asuransi penyakit kritis yang tidak ada survival period.

Bagaimana memilih produk asuransi penyakit kritis yang menguntungkan bagi nasabah?

Penawaran produk asuransi penyakit kritis perlu dicermati dengan rincil. Ada banyak pilihan proteksi didalamnya. Nasabah bisa memilih asuransi penyakit kritis yang syarat kritisnya tanpa harus menjalani pengobatan atau operasi terlebih dahulu misalnya. Selain itu, nasabah juga bisa memilih asuransi penyakit kritis yang menanggung kondisi cacat tetap total. Perhatikan ada perbedaan antara definisi cacat tetap total pada asuransi penyakit kritis dengan asuransi kecelakaan diri.

Anda sebaiknya juga memilih asuransi penyakit kritis yang langsung membayar klaim jika dokter mendiagnosa kondisi terminal illness (umur pasien didiagnosa kurang dari 12 bulan). Selain itu, pilih juga asuransi penyakit kritis yang juga menanggung transplansi organ tubuh penting, seperti ginjal, hati dan lain sebagainya.

Apa saja fungsi asuransi penyakit kritis (critical illness)?

Apa saja fungsi asuransi penyakit kritis (critical illness) memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Membiayai pengobatan/perawatan penyakit kritis, baik di dalam maupun di luar rumah sakit
  2. Mengganti biaya pengobatan/perawatan penyakit kritis
  3. Mengganti biaya lain di luar pengobatan/perawatan
  4. Mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja, yang dijadikan sebagai Dana Pengganti Penghasilan
  5. Melindungi dan mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
  6. Membiayai cicilan/utang yang masih ada atau masih belum terlunaskan
  7. Mengurangi beban biaya kehidupan sehari-hari keluarga
  8. Menambah dana aset keluarga untuk kebutuhan sehari-hari demi masa depan yang lebih jelas
  9. Mengganti sebagai dana pendidikan anak ke depan, dikarenakan putusnya dana pendidikan yang sedang disiapkan akibat orang tua yang mengalami penyakit kritis

Jadi seberapa pentingkah asuransi penyakit kritis untuk Anda? semua kembali kepada pribadi masing-masing, yang terpenting adalah cermati dahulu semua persyaratannya sebelum Anda mengajukan.

Untuk informasi seputar asuransi bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters.  HP/WA : 081212188110.

Related Post

JUNE 15, 2019

Perlukah Memiliki Asuransi...

Perlukah Memiliki Asuransi Jiwa Saat Kredit Kendaaraan Belum Lunas? – Membeli...

0

JUNE 14, 2019

Sudah Menjadi Nasabah, Kenapa...

Sudah Menjadi Nasabah, Kenapa Masih Dibebani Resiko?? – Di dalam asuransi...

0

JUNE 13, 2019

Profesi Ini Rawan Kecelakaan,...

Profesi Ini Rawan Kecelakaan, Wajib Memiliki Asuransi Kecelakaan Diri – Sahabat...

0

JUNE 12, 2019

Penyakit Cacar Monyet...

Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox), Ini Ciri-Cirinya – Saat ini dunia termasuk...

0

JUNE 11, 2019

Perlindungan Seumur Hidup...

Perlindungan Seumur Hidup Dengan SmartLink Maxi Fund Plus Apa itu SmartLink Maxi Fund...

0

JUNE 10, 2019

Dana KesehatanKu, Asuransi...

Dana KesehatanKu, Asuransi Kesehatan Terlengkap Dari Allianz – Dana KesehatanKu...

0