Share this post

Cara Menentukan Skala Prioritas Perencanaan Keuangan Dengan Baik – Pernahkah Anda kebingungan soal pengeluaran mana yang perlu Anda dulukan? Apa pula pos keuangan yang harus prioritaskan ketimbang pos yang lain?

Prioritas pengeluaran keuangan seseorang pada dasarnya dibedakan dari tujuannya: memenuhi kebutuhan sosial, kebutuhan masa lalu, kebutuhan masa depan, dan memenuhi kebutuhan masa kini.

Menurut Eko Endarto, seorang perencana keuangan dari Finansia Consulting,  contoh kebutuhan sosial adalah zakat. Adapun contoh kebutuhan masa lalu adalah utang, sedangkan kebutuhan masa depan adalah investasi, serta kebutuhan saat ini adalah konsumsi.

Nah, agar Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dalam membelanjakan uang sesuai skala prioritas, Anda bisa memulai sebuah perencanaan keuangan sederhana. Hal apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum membuat perencanaan keuangan?

Bagaimana menentukan skala prioritas perencanaan keuangan? 

Menentukan skala prioritas penting agar jangan sampai kita kehabisan “amunisi” di tengah bulan. Jangan sampai tanggal gajian masih jauh dari jangkauan anggaran bulanan sudah habis duluan.

1. Membuat Arus Kas (Cash Flow) Positif

Jika kondisi keuangan Anda masih lebih besar pengeluaran ketimbang pendapatan, berarti arus kas Anda negatif. Sebelum membuat sebuah perencanaan keuangan, terlebih dulu Anda harus membuat cash flow bulanan dari negative menjadi positif.

Caranya, secara bertahap Anda melunasi utang konsumtif, mengurangi pengeluaran yang memungkinkan untuk dipangkas, dan menambah pendapatan.

2. Cek dan Lunasi Utang Konsumtif.

Kartu kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah contoh utang konsumtif dan biasanya menjerat begitu ketat keuangan seseorang atau rumah tangga. Apalagi jika Anda hanya mampu membayar tagihan minimum setiap bulan.

Jika Anda memiliki pemasukan di luar gaji, seperti bonus tahunan atau pendapatan sampingan, prioritaskan untuk melunasi kedua utang ini.

3. Kelola Rrekening dan Tabungan

Saat ini begitu banyak kemudahan yang ditawarkan bank dalam memberikan servis kepada nasabah.
Pastikan Anda memiliki rekening yang benar-benar efektif Anda gunakan, baik sebagai rekening transaksi pembayaran maupun rekening yang lebih ditujukan sebagai tabungan. Anda tak perlu memiliki rekening berbagai bank, tetapi tidak sempat Anda kelola dan pantau setiap bulan.

4.  Buat Dana Darurat

Sebelum Anda membuat sebuah perencanaan keuangan, Anda harus menyiapkan Dana Darurat.

Dana Darurat adalah dana yang telah dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat. Apalah artinya sebuah perencanaan jika tidak ada antisipasi jika terjadi resiko yang tak bisa dihindari. Seperti sakit, kecelakaan, pemutusan hubungan kerja (PHK), anggota keluarga ada yang meninggal.

Langkah kelima:

5.  Susun Tujuan Keuangan dan Investasi

Nah, setelah Dana Daurat dan asuransi telah Anda miliki, maka Anda bisa memulai menentukan tujuan keuangan mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang dan melakukan investasi pada produk-produk keuangan sesuai dengan jangka waktu masing-masing.

Batasan waktu tujuan keuangan adalah kurang dari 3 tahun termasuk jangka pendek, 3 tahun hingga 5 tahun termasuk jangka menengah dan di atas 5 tahun termasuk tujuan jangka panjang.

Setelah menetap tujuan keuangan dan tenggat waktu yang ingin dicapai, maka Anda mulai membuat portofolio pribadi yang sesuai dengan karakter  dan usia Anda yakni tipe konservatif, moderat, atau agresif.

Anda bisa mencari rekomendasi pilihan investasi dengan lebih sering membaca informasi terkait berbagai produk investasi melalui buku, media cetak maupun online. Tentu saja Anda pilih bacaan dengan sumber-sumber yang kredibel agar mendapat informasi yang benar dan akurat.

6. Buat Proteksi

yakni membeli asuransi. Hal utama dalam membuat proteksi adalah memberikan perlindungan terhadap pencari nafkah utama dalam keluarga.

Jika kemampuan Anda dalam membayar iuran premi asuransi masih terbatas, maka yang wajib memiliki asuransi adalah pencari nafkah utama. Jadi, jika terjadi resiko meninggal atau cacat permanen  sehingga tidak bisa bekerja pada pencari nafkah utama, maka pasangan dan anak-anak masih bisa melanjutkan kehidupan dengan Uang Pertanggungan dari perusahaan asuransi.

Setelah sahabat satuters mengetahui tentang “Cara Menentukan Skala Prioritas Perencanaan Keuangan Dengan Baik“. Apakah keluarga sahabat satuters saat ini sudah terlindungi dengan asuransi? Untuk informasi seputar asuransi bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters.  HP/WA : 081212188110

Related Post

NOVEMBER 11, 2019

Sering Sakit Punggung? Segera...

Sering Sakit Punggung? Segera Lakukan Cara Sederhana Ini – Apakah Anda pernah...

0

NOVEMBER 9, 2019

Umur Semakin Bertambah Namun...

Umur Semakin Bertambah Namun Uang Masih Pas-pasan – Mengatur keuangan adalah hal...

0

NOVEMBER 8, 2019

Mengenal Problematika...

Mengenal Problematika Kemapanan, Kamu Wajib Tahu! – Umumnya orang berpikir bahwa...

0

NOVEMBER 7, 2019

Polis Asuransi Ada Tapi Lupa...

Polis Asuransi Ada Tapi Lupa Manfaatnya, Ini Yang Harus Di Lakukan – Bagi sebagian...

0

NOVEMBER 6, 2019

Dana Darurat Telah Habis? Apa...

Dana Darurat Telah Habis? Apa Yang Harus Di Lakukan? – Akhirnya Anda menggunakan...

0

NOVEMBER 5, 2019

Membeli Rumah Impian Dengan...

Membeli Rumah Impian Dengan Menggunakan 5 Jenis Investasi Ini – Setiap orang tentu...

0
Call Now Button