Categories
Asuransi Penyakit Kritis Berita Terbaru Info Asuransi Kesehatan Tips Asuransi

Melemahnya Otot Kaki Dan Tangan Akibat Sklerosis Lateral Amiotrofik

Melemahnya Otot Kaki Dan Tangan Akibat Sklerosis Lateral Amiotrofik – Sklerosis Lateral Amiotrofik atau biasa disebut dengan penyakit Lou Gehrig, adalah suatu penyakit yang menyebabkan kelemahan otot dan mempengaruhi fungsi fisik secara negatif. SLA disebabkan oleh penguraian neuron-neuron motorik pada otak yang bertanggung jawab untuk gerakan-gerakan umum maupun terkoordinasi.

Tidak ada uji spesifik yang menegaskan SLA, walaupun kombinasi uji yang dilakukan atas gejala-gejala yang lazim dapat membantu mempersempit diagnosis SLA. Penting untuk mengetahui riwayat keluarga dan pradisposisi genetik untuk SLA dan untuk bekerja bersama dokter guna membahas segala gejala dan pengujian.

Di Indonesia, ALS sering dianggap sebagai penyakit orang tua hingga perawatan penderita belum optimal,” kata Ketua Yayasan ALS Indonesia Premana W Premadi yang juga mengalami ALS selama lebih dari tiga tahun di Jakarta.

ALS merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kerusakan sel saraf motorik yang mengontrol otot sukarela pengendali gerak di tangan, kaki, atau wajah. Dalam kondisi normal, pesan atau perintah dari saraf motorik di otak akan dikirim ke saraf motorik di tulang belakang dan diteruskan ke otot tertentu.

Matinya sel saraf motorik akan mematikan otot karena otot jadi tak berfungsi. Kelumpuhan otot gerak itu membuat penderita mudah kesandung, tak mampu memegang sesuatu, cadel, otot kram dan berkedut, atau tak bisa mengendalikan tertawa dan menangis. Lontaran vokal saat berbicara biasanya juga berubah.

Penyakit itu berkembang progresif. Setelah melumpuhkan otot gerak tangan, kaki dan wajah, ALS akan menyerang berbagai otot untuk fungsi vital, seperti berbicara, menelan makanan, hingga bernapas. Progresivitas antarpenderita ALS berbeda, tetapi hampir semuanya akan mengalaminya.

“Jika pelemahan otot sudah mengganggu pernapasan, penderita harus dibantu dengan ventilator agar pertukaran oksigen dan karbondioksida berlangsung baik dan penderita tak keracunan,” ucap Premana.

Meski demikian, gejala dan pola perkembangan ALS pada setiap pasien berbeda. “Karena hanya saraf motorik yang kena, otak pasien ALS tak terganggu sehingga mereka masih bisa berpikir, berkedip, dan buang air,” kata dokter bedah vaskuler Beny Atmadja Wirjomartani.

Penyakit itu ditemukan ahli saraf Perancis Jean-Martin Charcot pada 1869. Namun, hingga kini belum diketahui penyebabnya dan belum ada obatnya.

Asuransi Penyakit Kritis Flexi CI – Dalam hal ini Allianz memiliki kriteria tersendiri dalam mengklaim penyakit kritis yaitu Sklerosis Lateral Amiotrofik.

Sklerosis Lateral Amiotrofik                                                             

Memiliki ciri-ciri kelemahan pada otot dan atrofi bukti disfungsi pada anterior cell horn, fasikulasi otot yang terlihat, spasitisitas hiperaktif reflex tendon dalam dan reflex plantar luar, bukti adanya kortikospinal sistem, disartria dan disfagia. Diagonosis harus ditegakkan oleh dokter spesialis saraf dan didukung oleh pemeriksaan neuromuscular, seperti Elektromiogram (EMGO. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan kerusakan fisik yang signifikan, dibuktikan dengan ketidakmampuan tertanggung, secara permanen untuk melakukan setidaknya tiga (3) dari enam (6) Aktivitas hidup sehari-hari. Kondisi-kondisi ini harus didokumentasi secara medis minimal selama 3 (tiga) bulan.”

Klik disini untuk melihat list Kondisi Penyakit Kritis Flexi CI (Rider) Plan Silver Allianz.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gejala penyakit kritis lainnya bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung menghubungi Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters. HP/WA : 081212188110.