Categories
Berita Terbaru Makanan dan Gaya Hidup

Pentingnya Merencanakan Kebebasan Financial Sejak Muda

Kebebasan Finansial Muda – Tiap orang punya impian gaji yang berbeda-beda. Pertanyaannya, pada usia berapa kamu ingin target gaji tersebut tercaoai? Beda orang beda standar kesuksesan.

Namun, banyak orang menyebut, kebahagiaan tak selalu berbanding lurus dengan besar gaji. Banyak juga yang mempunyai gaji besar tetapi tidak begitu pandai mengelola keuangan. Pakar keuangan dan manajemen “Yodhia Antariksa” menyebut, sebelum masuk usia 37 tahun, kamu harus bisa mendapat gaji atau pendapatan minimal Rp50 juta per bulan.

Bila sudah memiliki gaji sebesar itu, kamu baru bisa dinyatakan mendapat kebebasan finansial. Mengapa demikian? Yodhia punya beberapa alasannya.

Membeli Rumah tanpa Kredit Puluhan Tahun

Sebuah hasil survei meramalkan, 80% generasi muda tak akan sanggup membeli rumah sendiri di 2020 mendatang. Hal tersebut tentu menyedihkan. “Saat ini, harga rumah di Sumarecon Bekasi paling kecil sudah menembus Rp1,4 milar. Bila penghasilan pas-pasan, tentu tak akan sanggup membelinya,” tulis Yodhia di laman resminya. Bila penghasilanmu minimal Rp50 juta sebulan, harga rumah sebesar ini relatif tak menjadi beban. Setidaknya, kamu juga bisa menyimpan tabungan dan investasi sebesar Rp1 miliar.

Tidak Menderita Saat Tua dan Pensiun

Saat ini, bila kamu lihat, banyak orang yang sudah tua dan berada di usia pensiun masih bekerja mencari nafkah. Padahal, kondisi fisik yang sudah menurun membuat tingkat produktivitas mereka tak lagi optimal. Kalau jeli menghitung, rata-rata usia pensiun adalah 56 tahun. Kalau kamu saat ini berumur 50 tahun, maka saat pensiun nanti, kamu harus memiliki setidaknya Rp5 miliar. Siap menabung sampai jumlah tersebut?

Tak Terjebak Utang

Semakin tinggi penghasilan, gaya hidup biasanya ikut semakin tinggi. Gaya hidup konsumtif seringkali hanya menguras tabungan dan alokasi keuangan untuk investasi. Tak jarang, kamu memenuhi kebutuhan ini dengan utang. Menggunakan kartu kredit adalah kebiasaan yang kerap ditempuh. Di samping itu, kamu juga akan terjebak untuk membeli mobil yang lebih bagus dan mahal. Bila penghasilanmu pas-pasan, utang akan terus menumpuk dan membuatmu tidak tenang.

Baca juga : Tips Nongkrong dengan budget pas-pasan

Memajukan Ekonomi Bangsa

Apakah tujuan hidup dan keuanganmu hanya untuk menyenangkan diri sendiri dan keluarga? Tidakkah kamu ingin berbuat sesuatu untuk bangsamu? Tiongkok menjadi digdaya berkat jumlah miliarder baru terbanyak di dunia. Kondisi tersebut membuat Tiongkok menjadi salah satu negara paling disegani di dunia. Bahkan, Amerika Serikat pun saat ini seringkali melihat tanggapan Tiongkok atas kebijakan-kebijakannya. Indonesia, pernah bermimpi memiliki setidaknya 2% pengusaha. Penduduk Indonesia memang banyak mencapai lebih dari 250 juta. Mimpi ini, menurut statistika terbaru, sudah tercapai. Namun, seberapa banyak pengusaha Indonesia yang memiliki penghasilan minimal Rp50 juta per bulan? Semakin banyak miliarder, Indonesia bisa menjadi negara digdaya yang memimpin peradaban dunia.

Membahagiakan Orang Tua

Siapa yang tak ingin membalas jasa orang tua? Apa kamu tak ingin mengantar mereka naik haji atau umroh bersama? Bila memiliki gaji setidaknya Rp50 juta per bulan, rencana dan mimpi itu lebih mudah terwujud. Kaya dan memiliki banyak harta bukanlah dosa atau melanggar hukum.

Jalan-Jalan Keliling Dunia

Alasan ini bisa saja menjadi alasan tersier. Namun, siapa sangka kamu juga bisa mengunjungi tempat-tempat baru. Seorang filsuf menyebutkan, orang yang tidak bepergian seperti membaca buku tanpa pernah pindah halaman. Mereka tak pernah menemukan hal-hal baru. Pelajaran-pelajaran hidup yang berharga, seringkali tidak ditemukan di seminar atau kantor. Pesan-pesan bijak justru tersebar di sepanjang perjalanan.

Lebih Banyak Kesempatan Berbuat Baik

Alasan terakhir, lebih mengacu pada alasan spiritual. Membantu orang lebih banyak, sedekah lebih baik, menyantuni anak yatim dan membangun masjid pun bisa kamu wujudkan.