Categories
Berita Terbaru Cerita Asuransi

Pedagang Jujur VS Agen Asuransi, Kisah Nyata Yang Menggugah Hati

Pedagang Jujur VS Agen Asuransi, Kisah Nyata Yang Menggugah Hati – Suatu hari saat saya makan malam bersama keluarga di sebuah pujasera Jakarta Barat, ditengah suasana kami menikmati makan malam kemudian muncul seorang pedagang kain lap tangan yang sambil menjual kainnya dari pengunjung yang satu kemudian berpindah ke pengunjung yang lain.

Tidak lama kemudian pedagang tersebut menghampiri di meja kami, dan sambil menawarkan kainnya kepada kami, dengan wajah ramah, pakaian rapi yang layak seperti orang kantoran, kemudian karena ibah istri saya membeli sebuah kain darinya.

Setelah melakukan pembayaran harga kain tersebut senilai 22 ribu rupiah satunya dan istri saya memberikan uang 30 ribu rupiah, melihat pedagang tersebut sambil mengorek-ngorek kantongnya sambil cari duit kembalian kemudian sang istri dengan nada rendah mengatakan kepada pedagang tersebut kembaliannya sudah gak apa-apa. Dengan ucapan terima kasih dan senyuman dari pedagang kain tersebut meninggalkan meja kami dan sambil menawarkan ke pengunjung lainnya.

Dengan sambil saya menghabiskan makanan di meja sambil saya mengamati pedagang tadi, dan kemudian tidak lama kemudian saya sapa pedagang tersebut dan sambil menawarkan untuk dia untuk makan, tetapi pedagang tersebut dengan jawaban tersenyum sambil mengelus-elus perutnya sambil berkata tidak pak saya sudah kenyang.

Kemudian kami mulai dari pembicaraan kecil, ternyata pedagang tersebut 6 tahun yang lalu terjadi kecelakaan sehingga kebentur kepalanya yang menyebakan sebelah matanya juga tidak berfungsi sebelah dan infeksi pada kakinya hingga bengkak sebelah. Karena masalah keuangan sehingga pedagang tersebut tidak mampu berobat, dan dulunya dia pernah memakai fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yang tiap bulannya dipotong dari rekeningnya 25.500 rupiah tiap bulannya hingga rekeningnya tersisa 25 ribu rupiah sehingga manfaat fasilitas asuransi kesehatan tersebut terhenti. Dan infeksi pada kakinya sudah dibiarkan berbulan –bulan.

Karena saya tidak tega melihat kondisinya hingga demikian maka dari hati nurani saya membantu berupa dana agar dia bisa tetap terproteksi beberapa bulan dan saya menyarankan agar pedagang tersebut segera membuka kembali fasilitas asuransi kesehatan nya agar tetap aktif kembali (dalam hati kecil saya selama saya mampu akan tetap bantu orang tersebut sampai kakinya sembuh).

Tidak bisa terbayangkan bila pedagang yang kondisi kakinya yang infeksi parah kalau tidak diobati kelamaan bisa-bisa diamputasi apa tidak lebih parah lagi? Dimana bila kedua hal tersebut terjadi disamping dia mesti bertahan hidup, dan disamping itu juga memerlukan pengobatan yang memerlukan dana, bila kedua hal tersebut bertemu apakah tidak hancur hidupnya?

(Husin Leo)

Bila ingin konsultasi asuransi gratis ? Kami dengan senang melayani Anda Klik disini.