Share this post

Penyakit Dermatitis Pada Bayi, Serta Cara Mengobatinya – Penyakit dermatitis atau yang lebih umum disebut sebagai eksim (eczema dalam bahasa Inggris) umumnya dijumpai pada sebagian besar bayi dan anak dengan usia di bawah lima tahun. Sebagian diantaranya bahkan muncul pada saat bayi belum genap berusia satu tahun.

Dermatitis pada bayi dapat dikategorikan menjadi dua jenis: dermatitis atopik dan dermatitis kontak. Dermatitis atopik umumnya tidak memiliki penyebab yang jelas dan diturunkan secara genetik, sedangkan dermatitis kontak disebabkan karena kulit bayi berinteraksi dengan zat alergen tertentu.

Dermatitis tidak memiliki obat, namun kondisi ruam dan gatal dapat menghilang setelah beberapa bulan atau tahun bila Anda mengatasinya dengan tepat :

  1. Kenali Alergen Potensial

Bila bayi dan anak Anda menderita dermatitis kontak, maka kemungkinan besar terdapat zat tertentu yang bertindak sebagai alergen penyebab gatal pada kulit bayi. Berikut ini merupakan beberapa penyebab gatal umum pada bayi dan anak:

  • Tanaman tertentu
  • Perekat dan pewarna pada bahan sepatu dan pakaian
  • Bahan perasa pada obat kumur atau pasta gigi
  • Air liur dari sang bayi sendiri
  • Perhiasan atau kancing jenis tertentu
  • Makanan tertentu, seperti udang atau daging hewan tertentu

Jika Anda sulit mengenali zat yang berpotensi menjadi alergen pada anak, maka Anda dapat membawanya kepada dokter untuk dilakukan tes alergi. Salah satu jenis tes yang umum dilakukan adalah tes patch, di mana suatu patch kecil dengan zat tertentu akan ditempatkan pada kulit anak selama 48 jam. Bila terjadi gatal dan kemerahan, maka zat tersebut merupakan alergen bagi anak Anda.

  1. Pakai Pelembab Kulit

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan timbulnya gatal pada bayi adalah dengan rajin menggunakan pelembab pada kulitnya. Pelembab dapat berbentuk krim atau salep. Penggunaannya harus dilakukan secara teratur, baik pada saat timbul gatal maupun tidak. Pastikan agar Anda selalu membawa pelembab saat bepergian bersama bayi dan anak.

  1. Berendam dalam Air Hangat

Berendam harian merupakan salah satu cara membiarkan kulit bayi lebih lembab dalam jangka waktu yang lebih lama. Selesai berendam, pastikan Anda membilas bayi dan anak dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa sabun dan busa yang masih menempel. Jangan lupa menggunakan pelembab.

  1. Hindari Pakaian Berbahan Wol

Pakaian merupakan salah satu alergen yang paling umum pada bayi dan anak. Selama Anda belum yakin terhadap apa yang menjadi alergen, Anda dapat menggunakan pakaian berbahan katun. Hindari bahan wol atau kulit binatang lain pada bayi dan anak.

Setelah sahabat satuters mengetahui tentang “Penyakit Dermatitis Pada Bayi, Serta Cara Mengobatinya“. Apakah keluarga sahabat satuters saat ini sudah terlindungi dengan asuransi? Untuk informasi seputar asuransi bisa sahabat satuters ikuti informasi dari Agen Allianz Jakarta atau dengan langsung Agen Allianz di sekitar wilayah sahabat satuters.  HP/WA : 081212188110

Related Post

NOVEMBER 27, 2019

Mitos Mengenai Cacar Air,...

Mitos Mengenai Cacar Air, Yang Beredar Di Indonesia – Sahabat satuters, pernahkah...

0

NOVEMBER 26, 2019

Konsumsi Buah Ini Untuk...

Konsumsi Buah Ini Untuk Mencegah Penyakit Kanker – Penyakit kanker menjadi salah...

0

NOVEMBER 25, 2019

Anak Muda Sekarang Mudah...

Anak Muda Sekarang Mudah Mengalami Penyakit  Orang Tua – Saat ini, banyak anak...

0

NOVEMBER 24, 2019

Allianz Indonesia Mengajak...

Allianz Indonesia Mengajak Masyarakat Untuk Peduli Lingkungan – Bertepatan dengan...

0

NOVEMBER 23, 2019

Penyakit Bayi Kuning, Apakah...

Penyakit Bayi Kuning, Apakah Itu Berbahaya? Ini Penjelasannya – Pernahkah sahabat...

0

NOVEMBER 22, 2019

Agen Perjalanan Haji Waspada...

Agen Perjalanan Haji Waspada Dalam Memilihnya! – Sahabat satuters, jangan sampai...

0
Call Now Button